5 Tips Memilih Teman Curhat yang Baik

5 Tips Memilih Teman Curhat yang Baik

Tips memilih teman curhat yang baik – Permasalahan hidup adalah keniscayaan bagi semua orang. Masalah akan datang silih berganti selama seseorang masih hidup di dunia. Kebanyakan orang memilih memendam masalahnya sendiri. Lebih memilih diam dan merasakan semua sakitnya. Namun beberapa memilih untuk membaginya. Anda mungkin salah satu jenis orang yang percaya masalah akan terasa lebih ringan bila diceritakan. Meskipun masalah tersebut tidak serta-merta selesai, namun paling tidak anda sudah mengeluarkan apa yang ada di pikiran anda.

Curhat, istilah yang identik dengan membagi permasalahan hidup kepada seseorang yang dipercayai. Anda mungkin sering kali melakukan hal ini untuk melegakan pikiran anda. biasanya curhat hanya anda lakukan kepada orang terdekat anda seperti keluarga, dan tentu saja teman. Dalam tulisan ini, anda akan mendapat tips memilih teman curhat yang baik. mengapa hal ini begitu penting? Tentu saja karena ini menyangkut privasi anda sendiri. Anda tidak akan mau jika privasi anda menjadi terbongkar hanya karena anda salah memilih teman curhat untuk dipercayai. Berikut adalah beberapa tipsnya:

Pilih Teman yang Benar-benar Anda Percayai

Hal pertama jika anda ingin mencurahkan hati anda kepada teman adalah memilih teman yang benar-benar anda percayai. Mungkin sulit bagi sebagian orang untuk mempercayai seseorang melebihi keluarga terdekat sekalipun. Anda bisa menilai sendiri teman anda yang mana yang benar-benar anda percayai. Mungkin berdasarkan sikapnya kepada anda, atau bagaimana dia sendiri menyimpan rahasia teman anda yang lain.

Sudah Lama Mengenal

Selanjutnya dalam tips memilih teman curhat yang baik adalah waktu kenal anda dengan teman anda. faktor ini sangat penting karena akan menjadi dasar anda mengetahui kebiasaan teman anda. Anda juga mungkin sudah mengenal baik watak dan pribadi teman anda tersebut seiring kebersamaan anda dengannya. Dengan begitu, anda bisa memutuskan untuk tetap mempercayai teman anda sebagai tempat curhat atau memilih mencari teman lainnya.

Hindari Teman yang Pernah Memiliki Konflik dengan Anda

Nah, faktor ini juga sangat penting sebelum anda memutuskan curhat kepada teman anda. anda tentu tahu bahwa tidak ada yang bisa menebak watak dan hati manusia. Jika anda mungkin pernah memiliki masalah dengan teman anda dan bukan hal sepele, maka anda lebih baik tidak memilihnya untuk dijadikan tempat curhat. Hal ini untuk menghindari bocornya rahasia anda suatu saat nanti jika mungkin anda memiliki konflik lagi dengan teman anda tersebut. Mungkin teman seperti ini hanya cukup diberikan sifat baik saja. Namun jika untuk tempat curhat, sepertinya anda membutuhkan teman yang lain.

Bukan Tipe Penggosip

Penggosip akan menjadi masalah besar saat anda sudah terlanjur mempercayainya. Rahasia anda akan tersebar seantero lingkungan. Tentu saja anda akan sangat malu. Maka meskipun teman anda yang tukang gosip tersebut merupakan teman dekat, jangan coba-coba untuk curhat kepadanya. Salah-salah anda yang dijadikan bahan gosip olehnya.

Memberikan Saran, Bukan Hanya Mendengarkan

Seorang teman curhat yang baik adalah teman curhat yang bisa memberi saran tanpa menggurui. Dia akan melihat masalah anda dari berbagai perspektif lalu menyampaikan sarannya. Dia tidak akan serta-merta menghakimi anda dan lebih memilih pada posisi netral sebelum menyampaikan sarannya.

Demikianlah beberapa tips memilih teman curhat yang baik. Anda bisa memutuskan untuk membagi masalah anda dengan orang yang tepat jika sudah memenuhi tips-tips di atas.

6 Cara Untuk Mempertahankan Motivasi Diri

6 Cara Untuk Mempertahankan Motivasi Diri

Apakah anda pernah merasa sulit untuk mencapai tujuan atau cita-cita? Meskipun anda berusaha dengan kemauan keras, namun seringkali belum berhasil. Kemauan tidaklah cukup, namun yang anda butuhkan adalah motivasi. Dengan demikian, anda tidak akan kehilangan energi di perjalanan, dan bahkan anda akan lebih menikmati hidup ini.

Berikut ini adalah 6 cara bagaimana membuat anda tetap termotivasi:

1. Gunakan waktu untuk mengerjakan hal yang anda sukai.

Jika anda mempunyai pilihan atas jenis pekerjaan di kantor, atau jurusan yang diambil pada saat kuliah, maka pilihlah sesuatu yang anda sukai. Memilih pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi, atau jurusan mata kuliah yang lebih bergengsi tidak akan membuat anda tetap termotivasi.

2. Mempunyai rasa bangga atas apa yang kamu kerjakan.

Peran apapun yang kita dapatkan dalam bekerja, meskipun terlihat kecil, namun semuanya sama pentingnya. Berbanggalah dengan apapun tugas yang kita terima. Dengan demikan kita akan menjadi termotivasi dan menjalankan tugas tsb dengan kemampuan terbaik.

3. Pikirkan tentang hasil atau imbalan yang akan dicapai.

 

Dalam dunia yang ideal, setiap tugas mempunyai hasil atau imbalan. Tentunya dalam kenyataannya tidaklah selalu demikian. Anda mungkin sedang menjalankan tugas-tugas kecil yang tidak menarik atau menyenangkan. Namun ingat bahwa dengan menyelesaikan tugas-tugas tsb maka anda akan lebih dekat ke tujuan akhir yang ingin dicapai.

Tetaplah fokus pada hasil akhir, apakah itu gelar sarjana pada akhir studi, atau uang yang akan anda dapatkan pada akhir masa menabung atau investasi. Mungkin anda bisa mencari gambar yang mewakili tujuan akhir ini, misalnya mobil yang akan anda beli atau pekerjaan yang akan anda dapatkan.

4. Gunakan imbalan dengan bijaksana.

Banyak orang memotivasi diri dengan imbalan-imbalan kecil seperti: setelah saya selesai menjawab email-email ini, maka saya akan makan es krim coklat. Cara seperti ini memang bisa membantu, tapi jika terlalu sering digunakan, maka anda akan fokus pada imbalan-imbalan tsb daripada motivasi alami lainnya.

Pikirkan tentang imbalan terselubung yang ada dalam tugas tsb, misalnya: dengan menjawab email-email tsb, maka banyak pelanggan akan senang karena masalah-masalah telah terjawab.

5. Belajarlah sesuatu yang baru.

Manusia adalah pelajar alami, sehingga kita terus dapat bertahan hidup. Belajar tidak hanya untuk anak-anak kecil maupun anak sekolah, namun sesuatu yang terus kita lakukan selama kita hidup. Jika anda pernah mengalami kesulitan mempelajari sesuatu alat yang baru, dan kemudian menemukan caranya, maka anda akan tau betapa senangnya dapat mempelajari sesuatu yang baru tsb. Jika ada hal-hal yang membuat anda down, apakah itu dikarenakan anda tidak percaya diri? Mungkin anda tidak suka memasak, menulis, berolahraga, dll, semua dikarenakan anda kesulitan melakukannya. Jadi mencoba mempelajari hal-hal tsb dapat meningkatkan motivasi anda.

6. Fokus dengan pekerjaan anda.

Mungkin anda termotivasi untuk melakukan satu tugas, namun perhatian anda terpecah setelah 5 menit saja, dan anda akan mulai kesulitan untuk mempertahankan motivasi itu. Setiap anda berpindah pada hal-hal lain (melihat facebook atau handphone), konsentrasi anda akan buyar.

Fokuslah pada satu hal dalam satu waktu, bahkan jika anda harus mematikan koneksi internet anda. Jika anda terus berhenti dan memulai tugas tsb, maka tugas itu seakan tidak pernah berakhir.

Tetap semangat!